PILIHAN HEADLINE

Pasca Pemecatan Osvaldo Lessa, Siapa Pelatih Sriwijaya FC?

19 Juni 2017 05:39:49 Diperbarui: 19 Juni 2017 15:22:33 Dibaca : 407 Komentar : 3 Nilai : 6 Durasi Baca :
Pasca Pemecatan Osvaldo Lessa, Siapa Pelatih Sriwijaya FC?
Sumber gambar: sumsel.tribunnews.com

Kekalahan Sriwijaya FC atas Persija pada lanjutan kompetisi Gojek Traveloka Liga 1, Jum’at 16 Juni 2017 di Stadion Wibawa Mukti Bekasi lalu, merupakan kado pahit bagi sang juru taktik. Pasalnya kekalahan tersebut membuat manajemen Sriwijaya FC mengambil langkah pemecatan pelatih Laskar Wong Kito, Osvaldo Lessa.

Akan halnya Widodo C. Putro pelatih Sriwijaya FC sebelumnya dianggap kurang mendongkrak kualitas timnya. Langkah pemutusan hubungan kerja terhadap Osvaldo Lessa usai mengantarkan hasil minor melawan Persija 1-0 dalam perhelatan kompetisi Liga 1 menjadi dasar.

Manajemen SFC beberapa kali melakukan perombakan juru taktik, tidak tahu siapa yang akan dipercaya manajemen sosok yang dianggap tepat mengisi kekosongan bangku kepelatihan. Dari pelatih-pelatih nasional yang sukses membawa SFC mereguk tangga juara, sejauh ini coach Rachmat Darmawan berjodoh. Pengganti coach RD sapaan akrab Rachmat Darmawan yang dianggap sukses meracik tim SFC ialah Kashartadi, setelahnya Benny Dolo akan tetapi racikannya belum memuaskan pihak manajemen SFC.

Dulu (jika berbicara dulu sama artinya pemain-pemanin lawas) SFC dihuni pemain bertabur bintang sebut saja Supardi, M. Ridwan, Firman Utina, Siswanto, Ferry Rotinsulu, Asri Akbar, Ahmad Jufrianto, Ponaryo Astaman, Arif Suyono, Budi Sudarsono, serta pemain asing paling atraktif Kayamba Gumbs dan seterusnya begitu disegani di masanya. Sekarang SFC kurang begitu menggigit di setiap penampilannya, bukan hanya itu lini pertahanan Rajawali Palembang begitu mudah diobrak-obrik lawan.

Rapuhnya tembok pertahanan tersebut sangat berpengaruh besar terhadap pola permainan yang diperagakan tim kebanggan kota pempek ini. Duet maut Beto dan Thon juru gedor andal, akan tetapi tanpa disokong pemain-pemain petarung antar lini, maka keberadaan kedua juru gedor tersebut menjadi ompong, terlebih lagi lini pertahanan rapuh tentu akan sangat merugikan tim. Setidaknya untuk memperbaiki performa SFC saat bertanding, khususnya melakoni Laga tandang dibutuhkan juru taktik bertangan dingin, cerdas dan berani ambil resiko dalam kondisi terburuk apapun, SFC juga membutuhkan kapten yang jenius, memotivasi mental pemain, Kayamba Gumbs contohnya.

Karakter Kayamba Gumb saat ini dibutuhkan para pemain. Banyak pilihan untuk meracik SFC katakanlah Rahmat Darmawan, Jakson F Tiago, Kayamba Gumb. Selain pelatih lokal Opa Riedl opsi lain bagi Manajemen SFC. Dibutuhkan juga pemain bertipe bertahan yang kokoh juga sabar dari provokasi pemain lawan.

Kito jingo’ bae, mak mano keputusan manajemen memperbaiki citra SFC di mato wong Palembang. Semangka (semangat kakak). Payo SFC! 

Makassar, 19 Juni 2017

Subhan Riyadi

/pipot

TERVERIFIKASI

Stop! Rasialisme anti minoritas apa pun harus tak terjadi lagi di Indonesia. Sungguh suatu aib yang memalukan. Dalam lebih setengah abad dan ber-Pancasila, bisa terjadi kebiadaban ini kalau bukan karena hipokrisi pada kekuasaan (Pramoedya Ananta Toer).
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana