PILIHAN HEADLINE

Memandang Donnarumma dari Aspek Bisnis

18 Juni 2017 23:45:39 Diperbarui: 20 Juni 2017 03:40:54 Dibaca : 391 Komentar : 0 Nilai : 4 Durasi Baca :
Memandang Donnarumma dari Aspek Bisnis
AC Milan's goalkeeper Gianluigi Donnarumma looks on during the Italian Serie A football match AC Milan versus Juventus on October 22, 2016 at the San Siro Stadium in Milan. / AFP / MARCO BERTORELLO (Photo credit should read MARCO BERTORELLO/AFP/Getty Images)

Gigio Donnarumma akhir-akhir ini menjadi headline di hampir seluruh media olahraga di seluruh dunia apalagi kalau bukan keputusan kiper 18 tahun tersebut yang menolak memperpanjang kontrak dengan tim yang memberikannya debut di usia 16 tahun, AC Milan. Keputusan tersebut sontak seperti memantik amarah dan kekecewaan seluruh fans Rosoneri. Donnarumma pun sekarang menjadi public enemies yang harus siap dengan julukan seorang traitor bagi fans tim yang bermarkas di kota mode tersebut.

Bicara mengenai Donnarumma nampaknya sulit untuk mengesampingkan peran sang agen dari Belanda, Mino Raiola. Raiola dikenal sebagai seorang agen ambisius yang sukses khususnya di beberapa musim terakhir terkait sejumlah deal sukses dari pemain yang dibawahinya. Sebut saja Paul Pogba, Zlatan Ibrahimovic dan Henrikh Mkhitaryan yang pergi ke ManUnited, Mario Balotelli yang ke Nice. Selanjutnya Donnarumma dan Romelu Lukaku hanya tinggal menunggu waktu dari deal sukses yang kembali dilakukan oleh Raiola.

Peran agen terkadang seperti pisau bermata dua, untuk sebuah klub menghadapi agen seperti Raiola layaknya mimpi buruk yang harus dihadapi karena klub harus siap merogoh kocek dana yang cukup dalam bila memang ingin mempertahankan ataupun membeli pemain yang diinginkan. Di sisi lain bagi seorang pemain memiliki agen seperti Raiola tentu akan membuat nilai jual pemain akan meningkat yang akan berimbas pada naiknya besaran gaji yang akan diterima.

Tetapi Saya tidak akan membahas terlalu dalam mengenai hal-hal yang membuat para fans AC Milan kecewa ataupun pengaruh Raiola yang disebut-sebut sebagai orang yang mempengaruhi keputusan dari Donnarumma tersebut. Saya akan mencoba menelisik dari sisi bisnis. Kontrak Donnaruma akan habis pada akhir musim 2018 which is musim depan. AC Milan selaku pemilik dari Donnarumma tentu berada pada posisi ujung tanduk menurut kebanyakan orang karena AC Milan harus berpikir apakah harus menjual kiper belianya ini atau melepas secara cuma-cuma pada musim depan alias gratis.

Kalau Saya sebagai salah executive board AC Milan Saya akan memilih untuk menjual dikarenakan harga Donnarumma saat ini terhitung cukup tinggi. Menurut transfermarkt harga Donnarumma saat ini adalah 25juta euro. AC Milan bisa saja menaikkan harga jual menjadi 30-35juta euro untuk kiper ini dikarenakan umur yang masih sangat muda dan potensi bakat yang masih sangat bisa berkembang di kemudian hari. Selain itu AC Milan tidak perlu khawatir kehilangan suatu sosok kiper hebat dikarenakan banyak kiper hebat yang saat ini available untuk didapatkan.

Pertama kubu Rossoneri bisa menjadikan kiper dari klub peminat sebagai salah paket dari penjualan Donnarumma seperti diketahui banyak tim yang menaruh minat pada Donnarumma seperti Real Madrid, PSG, ManUnited, sampai sang rival di Italia yaitu Juventus. Rossoneri bisa meminta Keylor Navas bagian dari penjualan ke Real Madrid. Menurut transfermarkt harga Navas saat ini adalah 18juta euro, dengan harga tersebut AC Milan bisa mendapatkan uang sekitar 10-15juta euro plus Navas, sebuah deal yang menguntungkan bukan. Opsi lain AC Milan bisa meminta Kevin Trapp bila AC Milan melakukan deal dengan PSG dimana harga Trapp saat ini adalah 10juta euro. AC Milan lagi-lagi akan untung sekitar 20-25juta euro plus mendapatkan Kevin Trapp.

Opsi selanjutnya adalah menjual ke ManUnited. Opsi ini nampaknya agak sulit kecuali bila David De Gea berhasil pindah ke Real Madrid dimana Donnarumma kemungkinan besar menjadi first option bagi Jose Mourinho untuk mengisi kekosongan De Gea. Untuk opsi ini AC Milan lebih baik untuk tidak menjadikan Sergio Romero menjadi paket deal dikarenakan minimnya waktu bermain Romero di setiap musim.

Begitupun bila AC Milan memilih Juventus sebagai tim selanjutnya dari Donnarumma. Opsi ini juga kemungkinan akan sulit tercapai kecuali Donnarumma rela bersabar selama satu tahun menjadi cadangan sang maestro Gianluigi Donnarumma. Untuk opsi ini Donnarumma jangan sampai dipermainkan kembali oleh sang agen Raiola dimana AC Milan harus mendesak Juventus maupun Raiola bila Donnarumma menginginkan untuk pergi ke tim kota Turin. Mendesak untuk apa? Mendesak untuk deal transfer harus dilakukan di jendela transfer musim panas ini karena bila lagi-lagi terjadi negosiasi alot antara Rossoneri dan sang agen bukan tidak mungkin AC Milan akan mendapatkan tangan hampa alias free transfer pada jendela transfer musim dingin untuk musim depan sesuai aturan Bosman.

Lalu kiper mana yang akan menjadi pengganti Donnarumma bila AC Milan tidak menyertakan paket transfer untuk kiper dari kubu peminat. Gampang saja, saat ini Italia sedang di hadiahi para penjaga gawang hebat dan dari segi umur juga muda seperti Donnarumma. AC Milan bisa membeli kiper yang sedang naik daun seperti Alex Meret dari SPAL ataupun Mattia Perin dari Genoa. Alex Meret musim ini berhasil mengantar SPAL promosi ke Serie A dengan menjadi juara. Imbasnya kiper 20 tahun yang dipinjam dari Udinese ini sukses mendapat panggilan ke timnas Italia oleh pelatih Gian Piero Ventura. Mattia Perin juga bisa menjadi pilihan, kiper nyentrik ini diyakini sebagai salah satu aset masa depan Italia oleh media-media Italia mungkin masalah cedera yang membuat AC Milan akan berpikir lebih untuk mengeluarkan dana tetapi bila dalam kondisi fit tidak usah ditanya kehebatan salah satu shot stopper dari Genoa ini. Kedua kiper inipun beserta Donnarumma plus Emil Audero diyakini Buffon sebagai salah satu kiper penerus timnas Italia di masa depan.

bleacherreport.com
bleacherreport.com

Lantas bila harus memilih lebih menguntungkan memilih siapa? Bila mengacu pada investasi yang sedang dilakukan AC Milan untuk kembali menjadi great again Saya akan memilih melakukan deal dengan Real Madrid untuk mendapatkan Keylor Navas sebagai paket transfer. Alasannya jelas dua gelar UCL ditambah satu trofi LaLiga sudah cukup membuktikan hebatnya kiper asal Kosta Rika ini. Selain itu Navas jauh lebih berpengalaman dibanding yang lainnya. Kiper berpengalaman menurut Saya lebih dibutuhkan Rossoneri saat ini untuk kembali ke papan atas Serie A belum lagi bila melihat investasi AC Milan sejauh ini ada kemungkinan Rossoneri menjadi salah satu kandidat juara Europa League musim depan. Pilihan lain Rossoneri bisa memilih Alex Meret atau Mattia Perin sebagai paket hemat untuk investasi jangka panjang tetapi berkualitas dimana harga Meret saat ini hanya 4juta euro sedangkan Perin 15juta euro.

AC Milan tidak usah khawatir dengan perginya Donnarumma, ingat Donnarumma bisa sangat dikenal karena faktor dia bermain di tim besar dengan sejarah panjang seperti AC Milan. Mungkin bila Donnarumma hanya bermain di tim-tim middle class semisal Cagliari, Sassuolo, Sampdoria, ataupun tim-tim middle class lainnya atensi media tidak akan sebesar ini. Selain itu dana transfer besar yang siap diberikan oleh konsorsium China selaku pemilik sah AC Milan saat ini membuat Vincenzo Montella bisa memiliki pilihan yang cukup banyak untuk pos penjaga gawang selanjutnya. Bisa saja Rossoneri mendapatkan Iker Casillas yang saat ini kontraknya sudah habis bersama FC Porto atau Joe Hart yang sudah pasti ditendang keluar ManCity atau bisa saja dengan dana besar mencoba bernegosiasi untuk membajak Jan Oblak dari Atletico Madrid. Yang pasti kepergian Donnarumma bisa menjadi keuntungan dari aspek finansial bagi AC Milan.

---

Hernadi Faturachman
(bisa kunjungi juga blog penulis di hernadifaturachman.blogspot.co.id)

Hernadi Faturachman

/hernadifaturachman

Seorang pecinta sepak bola yang percaya Indonesia akan tampil di World Cup walaupun tidak yakin itu kapan
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana